Monthly Archives

March 2020

    Ngomong Sendiri

    #BACOTnyaGitasav

    Wow, kemarin gue baru nulis sekarang nulis lagi? Sungguh #WorkFromHome yang sangat produktif. Ehm, halo semuanya. Semoga sehat selalu dan semoga kita sebisa mungkin di rumah aja kalau bukan karena terpaksa. Tolong jangan contoh Ria Ricis yang malah syuting di luar rame-rame sama crew-nya, padahal lagi ada pandemi Corona.

    Di sini gue mau bercerita tentang buku gue yang terbaru berjudul A Cup of Tea. Gue tau ini judulnya sama persis dengan blog gue. Nah, kayaknya ini sedikit menimbulkan kebingungan. Maka dari itu gue mau menjelaskan beberapa hal.

    Buku ini berisi tentang kumpulan kisah perjalanan gue ke berbagai tempat. Isinya tidak ada hubungannya dengan cerita-cerita lain di blog gue. Kalau pun ada yang mirip, mungkin saat itu otak gue lagi sengklek aja nggak bisa memilah-milah mana yang mesti gue tulis di buku, mana yang mesti gue tulis di blog. Jadi for the most part kalian akan mendapatkan cerita yang baru dan segar kayak Es Doger yang diminum waktu berbuka puasa.

    Memilih judul buku ini pun sebenarnya ngasal. Tadinya gue dan pihak GagasMedia mau memilih judul yang lain, cuma setelah dipikir-pikir kenapa nggak pakai nama blog aja? Toh bukunya tentang perjalanan dan blog ini isinya adalah perjalanan gue juga dari zaman piyik masih jadi remaja galau sampai sekarang menjadi Mbak-mbak rapuh.

    What to expect from this book? Definitely raw, honest and vulnerable stories that some of you can probably relate to. Di sini gue udah nggak mikir lagi orang mau ngomong apa. Mau bilang gue lebay? Silakan. Mau bilang gue romantisasi hal sepele? Silakan. Mau bilang gue palsu? Nah, itu gue nggak suka. Karena dari segala macam label yang disematkan orang-orang yang kenal gue, nggak pernah ada yang bilang gue palsu. Jadi, kalau ada netijen di luar sana yang bilang gue fake, it shows that the person does not know me enough to witness my complexity.

    Selama proses menulis buku ini, gue pelan-pelan belajar tentang diri gue sendiri. Pelan-pelan gue menerima kenyataan bahwa gue adalah manusia yang mampu merasakan segala macam emosi dalam bersamaan. Manusia yang mampu memiliki berbagai pandangan, walaupun pandangan tersebut seringkali berbenturan satu sama lain. Itulah menurut gue indahnya jadi manusia. Kita mahluk yang rumit dan ternyata butuh waktu untuk ikhlas menerima kerumitan tersebut.

    Sekarang kalian udah bisa preorder buku A Cup of Tea. Ada beberapa pilihan toko buku online di mana kalian bisa pesan bukunya. Silakan ke akun Instagram @gagasmedia untuk informasi lebih lanjut.

  • Ngomong Sendiri

    Kita Tidak Sedang Berada di Pantai

    Mungkin ada beberapa dari kalian yang juga merasa overwhelmed dengan berita mengenai Coronavirus beberapa waktu ini. Di satu sisi gue merasa khawatir apakah gue akan terinfeksi juga. Maklum aja, di Jerman…

  • Ngomong Sendiri

    Perempuan

    Setiap hari gue belajar bahwa nggak semua perempuan hidup dalam keberuntungan seperti gue. Nggak semua perempuan yang di dalam rumahnya diperkenalkan kepada kesetaraan. Nggak semua perempuan punya orang tua yang meyakinkan…

  • Ngomong Sendiri

    Paul

    I am supposed to be researching about skincare ingredients that have some cocooning effect, but here I am writing about my significant other. Tapi masih jam 3 sore sih. Masih ada…